Berita
Beranda / Berita / Bobby Nasution: Saya Benci Aksi Premanisme

Bobby Nasution: Saya Benci Aksi Premanisme

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mengaku tidak membenci kelompok atau organisasi kepemudaan (OKP).

Namun beliau tegas mengatakan, benci akan aksi premanisme. Menurutnya, aksi-aksi premanisme menjadi salah satu penghambat utama pertumbuhan ekonomi di Medan. Karena dengan adanya aksi premanisme akan menyebabkan banyak investor enggan berinvestasi akibat banyaknya preman dan maraknya aksi premanisme.

“Saya nggak pernah benci kepada OKP. Saya hanya benci kegiatannya (premanisme) saja. Saya nggak ada benci OKP A, OKP B, OKP C, nggak ada,” Ujar Bobby

Bobby tidak ingin ada struktur di pemerintahan seperti kepala lingkungan (kepling) yang ikut bergabung dengan OKP berbau premanisme. “Jadi tolong teman-teman kecamatan yang wilayahnya wilayah ekonomi dijaga pak, dijaga betul, dijaga mulai dari perangkatnya pak dilihatin, kalau bisa kepling-keplingnya itu pak, jangan ada yang terlibat dari OKP yang berbau premanisme lah,” bebernya.

 

Pungli Sidebu Debu: Bupati Karo Hapus Retribusi dan Siapkan Dua Akses Jalan Baru

Bobby menyebut, jika ada perangkat pemerintah di kecamatan yang ikut ke OKP itu, maka informasi soal investasi akan bocor. Hal ini yang kemudian menyebabkan investasi di Medan menurun.

“Karena kalau perangkat kalian saja sudah membelok ke salah satu OKP, tentunya informasi-informasi jika ada nanti yang buka bisnis buka pabrik di situ, contoh pak keplingnya tahu, ‘nah lahan baru kita itu’ katanya,” jelasnya.

Menantu Presiden Jokowi itu bukan kali pertama menyinggung soal preman yang berkedok OKP. Sebelumnya, saat membuka Pos Bloc Medan, Bobby sempat menyinggung preman berkedok OKP dengan ciri-ciri berseragam loreng oranye.

Peresmian Pos Bloc Medan“Ini PR kita bersama untuk menjaganya. Pada saat transit, masih diganggu juga ini pak. Kultur di daerah sini pak, kultur premanismenya tinggi,” pungkasnya.

 

Bobby-Antonius Ginting Setuju Penghapusan Retribusi Di Wisata Air Panas Semangat Gunung dan Doulu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan