Artikel Info Informasi
Beranda / Informasi / Mitos dan Stigma ODGJ yang Masih Salah Dipahami

Mitos dan Stigma ODGJ yang Masih Salah Dipahami

Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ masih sering disalahpahami di tengah masyarakat. Kurangnya informasi yang benar membuat berbagai mitos berkembang dan membentuk stigma negatif.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, gangguan jiwa merupakan kondisi kesehatan yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja dan bukan merupakan aib.

Mitos Tentang ODGJ yang Keliru

Salah satu mitos yang masih banyak dipercaya adalah anggapan bahwa ODGJ selalu berbahaya. Faktanya, sebagian besar ODGJ tidak bersikap agresif dan justru lebih sering menjadi korban perlakuan diskriminatif.

Mitos lainnya menyebutkan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh lemahnya iman atau pengaruh mistis. Padahal, gangguan jiwa dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan lingkungan sosial.

Ada pula anggapan bahwa ODGJ tidak dapat sembuh. Kenyataannya, banyak ODGJ mampu pulih dan menjalani kehidupan yang produktif dengan pengobatan serta pendampingan yang tepat.

Zakiyuddin Terima Audiensi PB IKA UMA




Stigma Sosial yang Masih Melekat

Stigma terhadap ODGJ masih kuat di masyarakat dan sering muncul dalam bentuk pelabelan negatif. Sebutan yang merendahkan membuat ODGJ kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak diterima.

Stigma ini juga membuat keluarga enggan membawa ODGJ untuk mendapatkan bantuan medis. Akibatnya, kondisi yang seharusnya bisa ditangani sejak dini justru semakin memburuk.

Dampak Mitos dan Stigma bagi ODGJ

Mitos dan stigma dapat memperberat gangguan yang dialami ODGJ. Tekanan sosial yang terus-menerus dapat menghambat proses pemulihan.

Selain itu, lingkungan yang tidak mendukung meningkatkan risiko kekambuhan. ODGJ membutuhkan rasa aman dan dukungan agar dapat pulih secara optimal.

Sekolah Rakyat Fokus Life Skills, Lulusan Diakui Negara dan Bisa Lanjut ke SMA Umum




Upaya Mengurangi Mitos dan Stigma

Peningkatan literasi kesehatan mental menjadi langkah penting untuk menghapus mitos yang keliru. Edukasi yang benar dapat membantu masyarakat memahami kondisi ODGJ secara objektif.

Peran media, lembaga pendidikan, dan komunitas sangat diperlukan dalam menyebarkan informasi yang akurat. Penyampaian pesan yang empatik akan membantu membentuk sikap yang lebih inklusif.

Mewujudkan Lingkungan yang Ramah Kesehatan Mental

Menghapus stigma terhadap ODGJ merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan dari keluarga dan masyarakat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemulihan.

Dengan pemahaman yang tepat, ODGJ dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat. Lingkungan yang menghargai kesehatan mental akan menciptakan kehidupan sosial yang lebih sehat dan berkeadilan.

Mensos Dorong Kemandirian KPM, Bansos Tak Boleh Jadi Ketergantungan




Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan