Berita
Beranda / Berita / 7 Ribu Orang Berjalan Tanpa Bersuara Di Malam Satu Suro

7 Ribu Orang Berjalan Tanpa Bersuara Di Malam Satu Suro

Perayaan Malam 1 Suro

Perayaan Malam 1 Suro

Solo, (28/9) – Malam pergantian tahun kalender Jawa atau yang biasa dikenal malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta diharapkan dapat menjadi ikon budaya nasional layaknya acara Nyepi di Bali.

Pengageng Museum Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Satriyo Hadinagoro dalam jumpa pers peringatan malam 1 Sura, Selasa (27/9) mengatakan Event budaya Malam 1 Suro dan Nyepi di Bali memiliki banyak kesamaan.
Salah satunya adalah nuansa sakral yang ada di kedua upacara adat itu.

Satriyo berharap, Kegiatan tersebut dapat didukung dengan Car Free Night (CFN) sehingga suasana menjadi lebih hening dan kondusif.

“Harapannya, jalan-jalan antara Keraton Kasunanan Surakarta dengan Pura Mangkunegaran bisa tak ada kendaraan,” kata Kanjeng Satriyo.

Selama ini, malam 1 Suro selalu menjadi tontonan masyarakat dan wisatawan dari luar Solo.

Zakiyuddin Terima Audiensi PB IKA UMA

“Ini sebuah upacara adat yang dapat menggerakkan kedatangan masyarakat setiap tahunnya,” lanjutnya.
Adapun kirab malam 1 Suro akan diikuti sekitar tujuh ribu peserta yang berjalan kaki tanpa bicara, pada Minggu (2/10/2016) malam.

Mereka akan mengirab pusaka dan kerbau Kiai Slamet dengan rute sepanjang tujuh kilometer.
Mitos yang dipercaya masyarakat, kotoran kerbau yang dikirab dapat memberi keberkahan bagi yang mengambilnya.

Selain itu, juga digelar salat Khijad di Masjid Paramasana Suronatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan